Sub sistem model dalam Sistem Pendukung
Keputusan memungkinkan pengambil keputusan menganalisa secara utuh dengan
mengembangkan dan membandingkan alternative solusi. Intergrasi model – model
dalam Sistem Informasi Manajemen yang berdasarkan integrasi data – data dari
lapangan menjadi suatu Sistem Pendukung Keputusan.
Kemampuan subsistem model dalam Sistem Pendukung Keputusan antara lain :
- Mampu menciptakan model – model baru dengan cepat dan mudah
- Mampu mengkatalogkan dan mengelola model untuk mendukung semua tingkat pemakai
- Mampu menghubungkan model – model dengan basis data melalui hubungan yang sesuai
- Mampu mengelola basis model dengan fungsi manajemen yang analog dengan database manajemen
Subsistem dari manajemen model dari Sistem
Pendukung Keputusan terdiri dari elemen-elemen berikut ini:
Basis Model
Basis model berisi rutin dan statistik khusus,
keuangan, forecasting, ilmu manajemen, dan model kuantitatif lainnya yang
memberikan kapabilitas analisis pada sebuah sistem pendukung keputusan.
Kemampuan untuk invokasi, menjalankan, mengubah, menggabungkan, dan
menginspeksi model merupakan suatu kapabilitas kunci dari sistem pendukung
keputusan dan yang membedakannya dengan CBIS (Computer Base Information System)
lainnya. Model dalam basis model dapat dibagi menjadi empat katagori utama, dan
satu kategori pendukung, yaitu:
- Strategis : Model strategis digunakan untuk mendukung manajemen puncak untuk menjalankan tanggung jawab dalam perencanaan strategis.
- Taktis : Model Taktis digunakan terutama oleh manajemen tingkat menengah, untuk membantu mengalokasikan dan mengontrol sumber daya organisasi.
- Operasional : Model ini digunakan untuk mendukung aktivitas kerja harian transaksi organisasi.
- Analitik : Model ini digunakan untuk menganalisis data, model ini meliputi model statik, ilmu manajemen, algoritma data mining, model keuangan, dan lainnya.
- Blok Pembangunan Model dan Rutin : Selain berisi model strategis, taktis, dan operasional, basis model juga berisi blok pembangunan model dan rutin. Contoh-contohnya meliputi satu rutin generator dengan jumlah acak, kurva, atau line-fitting rutin, rutin komputasi present-value, dan analisis regresi. Blok pembangunan ini dapat digunakan dalam beberapa cara. Dapat disebarkan untuk aplikasi sebagai analisis data, dapat juga digunakan sebagai komponen present-value, dan analisis regresi.
Sistem Manajemen Basis Model
Fungsi perangkat lunak sistem manajemen basis
model (MBMS) adalah untuk membuat model dengan menggunakan bahasa pemrograman,
alat sistem pendukung keputusan atau subrutin, dan blok pembangunan lainnya,
membangkitkan rutin baru dan laporan, pembaruan dan perubahan model, dan
manipulasi data model. MBMS mampu mengaitkan model-model dengan link yang tepat
melalui sebuah database.
Peran direktori model yang terhubung ke MBMS
sama dengan direktori database. Direktori model adalah katalog dari semua model
dan perangkat lunak lainnya pada basis model. Yang berisi definisi model dan
fungsi utamanya adalah menjawab pertanyaan tentang ketersediaan dan kapabilitas
model. Sistem Manajemen Basis Model/Model Base Management System (MBMS) berisi
beberapa elemen antara lain, yaitu :
- Eksekusi Model : Eksekusi Model adalah proses mengontrol jalannya model.
- Integrasi Model : Model ini mencakup gabungan operasi dari beberapa model saat diperlukan (misalnya mengarahkan output suatu model, katakanlah perkiraan, untuk diproses model lain, misal model perencanaan pemrograman linier).
- Perintah (Comman Processor Model) : Model ini digunakan untuk menerima dan menginterpretasikan instruksi-instruksi pemodelan dari komponen antarmuka pengguna dan merutekannya ke MBMS, eksekusi model atau fungsi-fungsi integrasi elemen-elemen tersebut beserta antarmukanya dengan komponen sistem pendukung keputusan.
Definisi dan fungsi setiap elemennya
ditunjukkan pada gambar di bawah ini:

0 komentar:
Posting Komentar